Sebut Tak Bebani Kasda, Pegiat Medsos Minta Jangan Sembarangan Berhentikan Honorer

- Senin, 13 Juni 2022 | 13:33 WIB
Pegiat Media Sosial (Medsos) Facebook, Arban Ramizud Raray  (Istimewa)
Pegiat Media Sosial (Medsos) Facebook, Arban Ramizud Raray (Istimewa)

FAKTAIDN - Pegiat Media Sosial (Medsos) Facebook, Arban Ramizud Raray meminta agar Pemerintah Daerah tak perlu pusing dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tentang penghapusan tenaga honorer.

Sebab kata dia, honorer merupakan pegawai daerah yang keberadaanya tak mungkin membebani kas daerah (Kasda).

"Pegawai honorer kan pegawai daerah. Andai mereka tidak memenuhi syarat untuk dijadikan PPPK, jangan dinerhentikan, biarkan mereka tetap bekerja. Karena keneradaan mereka tidak mungkin membebani kas daerah," tulisnya, pada Senin, 13 Juni 2022.

Baca Juga: Busyet! Netizen Geleng-Geleng Kepala Lihat Khofifah Gubernur Jawa Timur Salah Langkah

"Ingat ya, tidak akan membebani. Silakan oleh Anda bandingkan alokasi yang dibayarkan untuk tenaga honorer setiap tahun anggaran dengan uang "goib" yang dibagi-bagi," tambahnya.

CEO Guludug Tipi ini menyarankan agar Pemerintah tetap mengutamakan pegawai non-PNS kategori satu (K1) dan (K2), serta para honorer yang memenuhi syarata untuk menjadi PPPK.

"Dalam hal ini, kepala daerah dan sekretaris daerah harus mencari jalan keluar yang tidak sampai memberhentikan pegawai honor. Jangan tambah jumlah warga yang kesusahan mencari uang untuk membeli beras," jelasnya.***

Editor: Rizal Muhammadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

97 Pendaftar Berebut 7 Kursi Bawaslu Banten

Sabtu, 2 Juli 2022 | 07:22 WIB

Opar "Legowo" Jika Bapenda Banten Direformasi

Rabu, 29 Juni 2022 | 05:18 WIB
X