• Selasa, 7 Desember 2021

Datangi Mabes Polri, Isteri 3 Ustadz yang Ditangkap Densus 88 Tak Bisa Temui Suaminya

- Jumat, 19 November 2021 | 09:14 WIB
Keterangan Pers Keluarga terhadap penangkapan oleh Densus 88 (Tangkapan layar YouTube MimbarTube)
Keterangan Pers Keluarga terhadap penangkapan oleh Densus 88 (Tangkapan layar YouTube MimbarTube)

FAKTAIDN - Keluarga Ustaz Farid Ahmad Okbah dan Zain An Najah didampingi kuasa hukum, mendatangi Markas Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/11), untuk mencari tahu keberadaan mereka setelah ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Selain itu, pihak keluarga juga menilai penangkapan tersebut telah melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Kami datang ke Mabes Polri sebagai suatu usaha kami bagaimana bisa mengetahui tentang keadaan klien kami keluarga dari para ibu-ibu ini," kata Ismar Syafruddin, kuasa hukum Farid Okbah di Bareskrim Polri.

Tidak hanya keluarga Farid Okbah, Ismar juga mendampingi keluarga dari Zain An Najah dan Anung Al Hamat, tiga tersangka dugaan tindak pidana terorisme kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Kota Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (16/11). Ismar menjelaskan, sejak penangkapan dilakukan, pihaknya tidak mendapatkan akses untuk mendapingi kepada ketiga kliennya.

Baca Juga: Ustadz yang Ditangkap dan Disangka Teroris Ini Ternyata Pernah Diundang Presiden Jokowi ke Istana

Dilansir FaktaIdn dari Republika.co.id, menurut dia, pendampingan hukum merupakan hak individu yang harus diberikan oleh penegak hukum. "Untuk itu, salah satu usaha kami seperti ini. kami ke mana lagi. Kami harus terus mencari dan berusaha semaksimal mungkin, karena saya mengkhawatirkan beliau sudah tidak ada," kata Ismar.

Selain ke Bareskrim Polri, kuasa hukum dan keluarga Farid Okbah beserta rekannya akan mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Isman menilai, penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri melanggar hak asasi kliennya.

"Kenapa kami mau ke Komnas HAM, karena kami meyakini banget semua orang memilik hak asasi untuk diproses sesuai aturan hukum yang ada, salah satunya pelanggaran HAM itu adalah pertama proses penangkapannya," kata Isman.

Baca Juga: BNPT Sebut Ustadz Farid Okbah yang Ditangkap Densus 88 Alumni Afganistan 

Kedua, ujar dia, tidak diberi akses kuasa hukum untuk melakukan pendampingan hukum. Ketiga, proses penggeledahannya oleh Densus 88 Antiteror Polri dengan cara langsung masuk, tidak mengindahkan keberadaan santri perempuan yang tengah berada di lokasi. Persoalan lainnya, terkait paspor yang disita penyidik dari tempat penangkapan, yang diinginkan keluarga itu dikembalikan.

Terkait kedatangan pihak keluarga Farid Okbah, Ahmad Zain An Najah, dan Anung Al Hamat ke Bareskrim Polri, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, ketiga tersangka tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Densus 88 Antiteror Polri. Menurut Dedi, jika keluarga dan kuasa hukum ingin ke Mabes Polri terkait hal itu, sah-sah saja.

"Masih diperiksa. Ya (silakan) ke mabes saja," kata Dedi.

Halaman:

Editor: Rizal Muhammadi

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspadai Kekerasan Berbasis Gender di Media Sosial

Minggu, 28 November 2021 | 20:01 WIB
X