• Selasa, 7 Desember 2021

Hanya Tidak Mengisi Absen Usai Shalat, Seorang Santri di Pandeglang Babak Belur Dianiaya Kaka Tingkatnya

- Kamis, 25 November 2021 | 17:53 WIB
Ilustrasi (mapaybandung.pikiranrakya.com)
Ilustrasi (mapaybandung.pikiranrakya.com)

FAKTAIDN - Hanya karena tidak mengisi absen seusai shalat, seorang santri RAR (13) di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Pandeglang, Banten harus babak belur usai dianiaya oleh kakak tingkatnya sendiri.

Kakak korban, Dwi Handayani meceritakan, jika peristiwa bermula saat pihak keluarga hendak menjenguk korban di pondok pesantren pada Senin (22/11/2021) lalu. Namun, kelurga korban curiga lantaran sempat tidak diizinkan bertemu secara langsung dengan korban.

Setelah pihak keluarga memaksa untuk bertemu korban, kata Dwi, jika pihak keluarga dibuat kaget saat melihat kondisi korban yang mengalami lebam di bagian wajah.

"Jadi itu awalnya keluarga ngebesuk, itu pas hari Senin. Tapi waktu itu keluarga ga diperbolehkan ketemu, kita heran. Pas kita maksa, akhirnya dipertemukan. Tapi pas lihat itu adek saya kok pada lebam begitu," kata Dwi saat dikonfirmasi awak media Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Dua Sepeda Motor 'Adu Kebo' di Jalan Baros, 1 Orang Tewas Mengenaskan Usai Terlindas Truk Tronton

Melihat hal itu, lanjut Dwi, jika pihak keluarga langsung menanyakan penyebab luka yang dialami oleh korban. Sampai di dalam kamar asramanya, akhirnya korban pun bercerita jika telah dianiaya oleh kakak tingkatnya kepada pihak keluarga.

"Kejadiannya itu pas udah shalat isya, katanya pas Minggu malam. Itu kan ada pengabsenan, nah adik saya enggak ada di pesantren, dia lagi keluar beli, beli nasi uduk, kata adek saya dia laper," ungkap Dwi.

Lantaran dianggap melanggar aturan, korban pun sempat dihukum oleh M dan AB yang diketahui berstatus sebagai santri di ponpes tersebut dan tengah menempuh pendidikan di tingkat SMA.

Baca Juga: Keributan Antar Pembeli dan Kurir Kembali Terjadi, Cancel Aja Mas Paket Gak Sesuai

Halaman:

Editor: Abidin

Tags

Terkini

Waspadai Kekerasan Berbasis Gender di Media Sosial

Minggu, 28 November 2021 | 20:01 WIB
X