Muhammadiyah Minta Kasus Terbunuhnya dr Sunardi Diinvestigasi; Densus yang Terbukti Melanggar Harus Disanksi

- Sabtu, 12 Maret 2022 | 11:16 WIB
Sekretraris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti (Foto: Twitter.com/@maspiyuaja)
Sekretraris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti (Foto: Twitter.com/@maspiyuaja)

FAKTAIDN - Sejumlah fakta-fakta menarik dan mengusik nalar mulai terungkap yang berkaitan dengan tewasnya dokter Sunardi yang ditembak oleh Detasemen Khusus 88 Anti-teror Polri, Rabu (9/3/2022). 

Meski disebut oleh polisi bahwa dokter Sunardi sempat membahayakan petugas Densus 88, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap, namun ternyata diketahui dokter Sunardi yang dituduh teroris tersebut tidak lagi memiliki fungsi fisik yang normal. 

Baca Juga: Polisi Klaim Penembakan yang Tewaskan dokter Sunardi Berdasarkan Prosedur dan Dilindungi Undang-undang

Selain usianya sudah tak lagi muda yakni 54 tahun, kondisi kaki dokter Sunardi juga ternyata sudah tak bisa berjalan normal sejak tahun 2006. 

Banyak pihak tidak percaya bahwa sang dokter bagian dari gerakan terorisme. Bahkan keluarga akan melakukan upaya hukum dan menggugat Densus 88 Polri atas kematian tidak wajar dokter Sunardi

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, juga menilai kasus terbunuhnya dokter Sunardi perlu dilakukan investigasi. 

Baca Juga: dr Sunardi yang Dibunuh Densus 88 Ternyata Tak Bisa Berjalan Normal, Sejak Jadi Relawan Gempa Bantul 2006

"Meskipun demikian, tindakan Densus 88 yang menembak yang bersangkutan dengan alasan melawan perlu ada investigasi dari pihak berwenang. Hukum harus ditegakkan bagi siapa saja," tulis Abdul Mu'ti di akun twitternya @Abe_Mukti, Jum'at (11/3/2022). 

Abdul Mu'ti juga mendukung opini publik yang meminta agar hukum ditegakkan atas kasus kematian dokter Sunardi, meski terhadap aparat pemerintah sekalipun. 

Halaman:

Editor: Rizal Muhammadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X