• Rabu, 28 September 2022

Koalisi Gerindra-PKB, Saiful Mujani: Bukan Aspirasi Pemilih PKB

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:59 WIB
Saiful Mujani, Pendiri SMRC (Instagram/ saiful_mujani)
Saiful Mujani, Pendiri SMRC (Instagram/ saiful_mujani)

FAKTAIDN - Ilmuwan politik, Prof. Saiful Mujani menyatakan, manuver politik PKB dan Gerindra untuk membangun koalisi bukan berdasarkan kecenderung aspirasi pemilih PKB maupun massa NU yang menjadi basis konstituennya.

Demikian disampaikan dalam acara Bedah Politik episode “Top Down Koalisi Gerindra-PKB?” yang disiarkan oleh kanal Youtube SMRC TV pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), pada Mei 2022 menunjukkan, bahwa dari total pemilih PKB, 40,7 persen menginginkan Ganjar Pranowo sebagai presiden. Yang mendukung Prabowo 22 persen dan Anies Baswedan 16,5 persen.

Baca Juga: Viral di Twitter Hingga Tiktok, Ospek Untirta Jadi Sorotan Netizen

Ada dua model penentu koalisi, menurut Saiful. Pertama adalah model bottom-up. Model ini mendengarkan aspirasi dari bawah, konstituen, pemilih, atau kelompok-kelompok kepentingan yang dekat dengan partai. Model kedua adalah supply-side atau top-down. Dalam model koalisi ini, kebutuhan masyarakat diciptakan oleh elit.

Melihat kecenderungan pemilih PKB, ini menunjukkan, kata Saiful, manuver yang sedang dimainkan Muhaimin dan Prabowo untuk berkoalisi tidak mencerminkan demand-side atau aspirasi pemilih PKB, melainkan aspirasi elit.

Namun demikian, Saiful menyatakan bahwa politik acapkali bukan hanya sekadar kemenangan elektoral.

Baca Juga: Sindiran Menohok Fraksi Gerindra untuk Bupati Pandeglang

"Targetnya mungkin bukan Prabowo benar-benar menang sebagai presiden dan Muhaimin menjadi wakilnya, tapi untuk pertimbangan yang lain, misalnya dia ingin tercatat menjadi calon wakil presiden yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Ini satu langkah politik yang memiliki nilai tersendiri, kata Saiful. Dan ini juga mungkin bisa membantuk partai untuk melakukan mobilisasi," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Saiful melihat bahwa pengajuan Prabowo sebagai calon presiden selama ini juga punya tujuan untuk mobilisasi partai. Prabowo, kata dia, punya magnet untuk menggerakkan pemilih.

Halaman:

Editor: Rizal Muhammadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Survei: Puan Maharani Belum Kompetitif Jadi Capres

Kamis, 15 September 2022 | 14:12 WIB

Komunitas Warteg Indonesia Dukung Ganjar

Minggu, 11 September 2022 | 19:53 WIB

JB Bertemu Surya Paloh, Bahas Apa?

Rabu, 7 September 2022 | 14:16 WIB
X