• Rabu, 28 September 2022

Sekjend MUI Tegaskan Label Halal Tak Bisa Ditetapkan Kemenag Tanpa Fatwa MUI

- Minggu, 13 Maret 2022 | 19:55 WIB
Label Halal Indonesia (Kemenag)
Label Halal Indonesia (Kemenag)

Dia menyatakan sertifikasi halal suatu produk tidak bisa ditetapkan oleh Kemenag sendiri, tanpa dasar Fatwa MUI

Baca Juga: Label Halal Indonesia dari BPJPH Wajib Dicantumkan pada Kemasan Dan Atau Tempat Produk

"Artinya sertifikasi halal tidak bisa ditetapkan Kemenag tanpa dasar Fatwa MUI. Atas dasar itu dalam transisi lima tahun ke depan," jelasnya lagi. 

Ulama intelektual dari Ormas Muhammadiyah ini juga mengajak umat agar tetap tenang menyikapi aturan baru ini. 

"MUI menghimbau agar masyarakat tenang sehingga penggunaan logo halal MUI tetap dapat gunakan sesuai PP tersebut sehingga proses transisi dapat berjalan lancar. Karena dalam PP tersebut masyarakat mempunyai peranan penting," tandasnya.

Label Halal yang Baru Dinilai Jawa Sentris

Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham menjelaskan, Label Halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesiaan. Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia. 

"Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia," kata Aqil Irham mengilustrasikan, dikutip dari laman Kemenag.go.id, Sabtu (12/3/2022). 

Namun netizen dan sejumlah tokoh mengkritisi bentuk label halal yang di keluarkan oleh BPJPH itu. 

Label Halal BPJPH yang menggantikan logo halal dari MUI itu dinilai terlalu jawa sentris. Bentuk dan filosofi dari logo tersebut disebut akan sulit dimengerti oleh pembacaan turis internasional. 

Halaman:

Editor: Abidin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X